Dengan telah diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 membawa suatu peluang sekaligus tantangan bagi ekonomi Indonesia, negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara. Ibarat pisau bermata dua manfaat dari implementasi MEA itu bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pangan. UMKM juga harus menjaga dan meningkatkan daya saing sebagai industri kreatif dan inovatif. Selain itu UMKM juga harus meningkatkan standar, desain dan kualitas produk agar sesuai dengan ketentuan ASEAN
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar POM di Samarinda, Drs. Fanani Mahmud, Apt, M.Kes dalam acara “Seminar dan Pelatihan UMKM 2015” pada hari Rabu tanggal 6 Januari 2016, bertempat di Gedung Dinas Koperasi dan UMKM Kota Samarinda. Kegiatan yang bertema “Meningkatkan Produktifitas UMKM melalui Inovasi dan Kreativitas” terselenggara berkat kerjasama dengan Indomarco cabang Samarinda didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Samarinda. Acara dihadiri oleh 150 peserta dari pelaku usaha UMKM di bidang pangan. Acara dibuka resmi oleh PJ Walikota, Dr Meiliana. Materi yang disampaikan Kepala Balai Besar POM di Samarinda adalah Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk UMKM dan bagaimana meningkatkan daya saing untuk produk yang dihasilkan.
Dalam arahannya, beliau menyampaikan agar pelaku usaha dapat mengikuti kegiatan dengan baik, karena merupakan bekal bagi pelaku usaha dalam mempersiapkan diri menghadapi MEA. Materi yang disampaikan merupakan pedoman dan prinsip dasar yang penting dalam memproduksi pangan untuk menjamin bahan pangan yang diproduksi aman, bermutu, bergizi dan layak untuk dikonsumsi.
Balai Besar POM di Samarinda.