Ada irisan bengkoang yang dingin, irisan nanas yang manis lembut, irisan papaya muda yang merah menawan tetapi keras, ada juga irisan mangga muda hijau yang membuat “ngilu” bagi gigi sensitive, dan tak ketinggalan irisan mentimun yang imut dan segar. Semua itu tersaji dengan bumbu kacang yang merangsang selera, itulah yang kita sebut rujak.
Membuat rujak merupakan salah satu jenis lomba yang diadakan di Balai Besar POM di samarinda dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 71.
Ketika ditanya , mengapa Rujak yang dipilih sebagai salah satu jenis lomba .
Ketua Panitia mengatakan, “Rujak terdiri dari berbagai macam buah dengan karakteristik rasa dan aroma berbeda , ditangan seorang ahli, buah buah tersebut diolah serta diberi bumbu kemudian dikemas dalam sajian yang menarik akan membuat orang tertarik untuk menikmatinya, demikian juga sebuah organisasi yang terdiri dari banyak staff atau karyawan dengan berbagai latar belakang pendidikan dan strata sosial serta karakter yang bervariasi, ditangan seorang pimpinan yang handal organisasi itu akan terasa enak untuk dinikmati baik oleh orang diluar organisasi lebih lebih bagi anggota organisasi itu sendiri, inilah mungkin filosofinya sehingga saya memilih Rujak dimasukkan dalam jenis perlombaan”
“Seorang pemimpin selain mempunyai kecerdasan intelektual dituntut pula memiliki kecerdasan emosional, apalah jadinya bila peserta lomba membuat rujak yang terdiri dari tiga orang, hanya mengandalkan kecerdasan intelektual tapi kurang mampu mengembangkan kecerdasan emosionalnya maka tim mereka akan sulit dalam bekerjasama, itulah yang akan merusak sistim” demikian keterangan Drs. Mohd. Faizal, Apt,( MPPM) selaku ketua panitia Penyelenggara.
Lomba yang tak kalah menarik adalah lomba memasak Nasi Goreng yang pesertanya terdiri dari 3 orang pria dalam satu Tim dan setiap bidang mengirimkan satu tim. Seorang pria apalagi dia seorang kepala rumah tangga diharapkan tidak hanya menuntut untuk selalu dilayani oleh sang istri walaupun itu hanya sekedar sarapan pagi berupa nasi goreng.
“Diharapkan seorang pegawai negri khususnya di Lingkungan Balai Besar POM di Samarinda mampu bekerja sesuai dengan tugasnya untuk melayani masyarakat dan Bangsa sehingga tidak terbersit dalam hatinya untuk minta dilayani” demikian penjelasan salah seorang Panitia.
Nasi Goreng merupakan makanan khas Indonesia, menu sarapan pagi sebagai salah satu warisan budaya sehingga diharapkan dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat kita tidak melupakan kearifan budaya local. Seperti bergotong royang, saling tolong menolong serta senantisa bersikap ramah tamah.
Dengan kearifan Budaya Lokal tersebut Indonesia mampu ber”Bhineka Tunggal Ika” hingga saat ini.
Ucapan selamat ditujukan kepada Panitia , yang telah memberikan nuansa baru dalam memilih jenis lomba ,sehingga filosofi yang ada dalam setiap lomba dapat dijadikan pendorong semangat dalam rangka meningkatkan etos kerja dibalai besar POM di Samarinda sehingga mampu mengaplikasikan tema peringatan Hari ulang tahun Republik Indonesia tahun ini yaitu “ Indonesia Kerja Nyata”
Dan diharapkan peringatan Hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya sekedar seremonial belaka.
Peringatan Hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 di Balai Besar POM di samarinda didahului dengan mengadakan berbagai jenis perlombaan yang dimulai tanggal 12 Agustus 2016 sedangkan acara puncak dilaksanakan tanggal 17 Agustus 2016, berupa upacara bendera dihalaman kantor dilanjutkan dengan penyematan tanda jasa pengabdian bagi pegawai yang telah mengabdi selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun , acara diakhiri dengan pelepasan para purna tugas dan santap siang bersama.
BBPOM di Samarinda