Samarinda, 12 Februari 2026 - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda menyelenggarakan kegiatan Harmonisasi Program Pengawasan Obat dan Makanan dengan Lintas Sektor dan Dialog Kinerja yang melibatkan berbagai instansi pemerintah, akademisi, lembaga penyiaran, serta jajaran internal BBPOM di Samarinda.
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan program pengawasan Obat dan Makanan di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pengawasan, termasuk isu keamanan pangan, sertifikasi halal, pengendalian resistensi antibiotik, hingga pelayanan publik.
Selain dialog kinerja dan pembahasan program strategis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama dalam sinergi lintas sektor sebagai wujud kesepakatan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan dukungan terhadap program pengawasan Obat dan Makanan.
Penguatan sinergi lintas sektor terus dilakukan oleh BBPOM di Samarinda melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra untuk meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan di Kalimantan Timur. LPP RRI Kota Samarinda dan TVRI Kalimantan Timur siap menjadi media diseminasi informasi, edukasi, dan problem solving layanan publik, sementara kerja sama dengan Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda serta Universitas Mulawarman difokuskan pada percepatan sertifikasi halal dan pendampingan UMKM melalui dukungan akademisi, PKL mahasiswa, serta penguatan ekosistem halal. Pengawasan obat hewan dan isu resistensi antibiotik juga diperkuat bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur melalui joint inspection dan pengendalian penggunaan antibiotik, sedangkan dukungan keamanan pangan dan program MBG dilaksanakan bersama Dinas Pangan Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melalui kitchen inspection, bimbingan teknis, serta kesiapsiagaan laboratorium. Selain itu, peningkatan kapasitas SDM dan inovasi layanan diperkuat melalui sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Samarinda, sehingga kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu membangun ekosistem pengawasan yang kolaboratif, adaptif, dan responsif guna mewujudkan Obat dan Makanan yang aman, bermutu, serta berdaya saing bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPOM di Samarinda, Agung Kurniawan menekankan pentingnya penguatan pembangunan Zona Integritas sebagai bentuk komitmen institusi penyelenggara pelayanan publik dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pembangunan Zona Integritas ini menjadi penegasan komitmen seluruh jajaran untuk meningkatkan integritas, transparansi, dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Innovation Cycle Competition 2026 yang melibatkan Widyaiswara dari LAN Samarinda dan Kepala BPOM di Balikpapan sebagai Dewan Juri, hal ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong budaya inovasi berkelanjutan di lingkungan kerja, melalui tahapan identifikasi ide, pengembangan, implementasi, hingga evaluasi dan replikasi inovasi yang berdampak.
Melalui Harmonisasi Program Pengawasan Obat dan Makanan dengan Lintas Sektor serta Dialog Kinerja yang dikolaborasikan dengan kompetisi inovasi, BBPOM di Samarinda berharap dapat melahirkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kinerja pengawasan Obat dan Makanan serta memperkuat pelayanan publik yang efektif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.