Balai Besar POM di Samarinda berperan strategis dalam memastikan keamanan, mutu, dan ketersediaan produk pangan olahan yang turut memengaruhi dinamika inflasi bahan pokok di daerah. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gejolak harga komoditas pangan di Kota Samarinda, Kepala BBPOM di Samarinda, Agung Kurniawan, menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Ballroom Arutala Bapperida Kota Samarinda.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga bahan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Ia juga menyoroti pentingnya memastikan keamanan serta ketersediaan pangan sepanjang jalur distribusi, mulai dari hulu hingga hilir, serta memperkuat pemantauan harga harian berbasis data.
Pada kesempatan ini, Agung Kurniawan menyampaikan komitmen dan dukungan BPOM melalui Intensifikasi Pengawasan Pangan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh di berbagai sarana peredaran seperti importir, distributor, toko, grosir, supermarket, hipermarket, pasar tradisional, hingga pembuat dan penjual parsel, baik yang beroperasi secara offline maupun melalui e-commerce. Upaya ini bertujuan untuk memastikan produk pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat, khususnya menjelang periode HBKN.
Melalui kolaborasi bersama TPID, BBPOM di Samarinda berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat terhadap peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan.