BBPOM di Samarinda Dorong Aksi Nyata Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Gemilang

21-10-2026 Umum Dilihat 99 kali

Samarinda – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pesona Mahakam (Pelayanan dan Edukasi Inklusif Obat dan Makanan) dengan tema “Cegah Stunting Itu Penting: Gizi Terpenuhi, Pangan Aman, Generasi Gemilang!” pada Selasa (20/10/2026), bertempat di Posyandu Damai, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBPOM di Samarinda, dengan sasaran peserta meliputi kader PKK, kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan remaja putri.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Samarinda Ilir, Sadra Yana, yang mengapresiasi pelaksanaan KIE Pesona Mahakam sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting.

Selanjutnya, Ketua DWP BBPOM di Samarinda, Evi Dyah Anggraini, menyampaikan laporan kegiatan yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi dan keamanan pangan dalam pencegahan stunting. Upaya pencegahan perlu dimulai sejak sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga anak berusia dua tahun atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui edukasi ini, perempuan, keluarga, dan masyarakat diharapkan semakin memahami perannya dalam memenuhi kebutuhan gizi, memilih pangan yang aman, serta menerapkan pola hidup sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi KIE Pesona Mahakam oleh Deasy Evriyani, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa prevalensi stunting di Kota Samarinda menurun dari 24,7% pada tahun 2020 menjadi 17,13% pada tahun 2025, lebih rendah daripada target nasional tahun 2025 sebesar 18,8%. Upaya percepatan penurunan stunting perlu terus diperkuat untuk mendukung pencapaian target nasional sebesar 14,2% pada tahun 2029. Deasy berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan stunting.

Materi mengenai pencegahan stunting dan keamanan pangan disampaikan oleh Diah Agustiani Syarifah, PFM Ahli Madya dari BBPOM di Samarinda. Peserta mendapatkan edukasi tentang pencegahan stunting, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Edukasi juga mencakup penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemilihan bahan pangan hingga pengolahan dan penyimpanan makanan yang tepat, serta penerapan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat dan makanan. Melalui Cek KLIK, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam memastikan produk yang dipilih aman dan layak dikonsumsi. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta. Untuk mengukur pemahaman peserta dan efektivitas penyampaian materi, dilakukan pula pre-test, post-test, serta pengisian survei efektivitas KIE.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Samarinda berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini serta mampu menerapkan dan menyebarluaskan informasi mengenai gizi seimbang dan keamanan pangan. Sinergi antara pemerintah, kader, keluarga, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

 

Sarana