“Salah Satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai salah sebuah organisasi modern tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai”. Demikian disampaikan Drs. Mohd. Faizal, Apt, (MPPM), selaku Inspektur Upacara mewakili Kepala Balai Besar POM di Samarinda dalam membacakan Sambutan pada Upacara Bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 108 , Jumat (20/5) bertempat di lapangan Balai Besar POM di Samarinda.
Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI dari berbagai ancaman. Dampak negative kemajuan Teknologi digital juga menjadi ancaman bangsa, seperti Radikalisme dan terorisme, karena melalui teknologi ini mereka menyebarkan paham dan praktiknya. Terlebih yang marak saat ini adalah munculnya kekerasan dan pornografi. Dan ini menjadi problema bagi bangsa .
Agar tetap teguh dalam menjaga NKRI, kita perlu memandang penting tema Harkitnas tahun ini yaitu “ Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter “
Peringatan Harkitnas tahun ini menekankan dimensi internasional dimana kita dihadapkan dalam kompetensi global, dan saatnya kita untuk bahu membahu bersama anak bangsa untuk memenangkan persaingan secara internasional. Bangsa Indonesia harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetetif. Kerja nyata, kemandirian dan karakter adalah kunci kemenangannya.
Diakhir sambutannya Menkominfo berharap Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini Juga memperbarui Semangat Trisakti : Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan hingga bangsa ini lebih jaya dan kompetitif dalam kancah Internasional.
BBPOM di Samarinda.