Bangkit dan Berjuang Mewujudkan Cita-Cita Bangsa

20-05-2013 Samarinda Dilihat 3368 kali

“Dengan semangat Kebangkitan Nasional, kita wujudkan demokrasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menuju Indonesia yang maju dan modern dalam bingkai NKRI”.

Demikian seruan tema Peringatan 105 Tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2013 dalam upacara yang dilaksanakan Senin, 20 Mei 2013 pukul 08.00 WITA di Balai Besar POM di Samarinda. Tujuan peringatan 105 tahun Kebangkitan Nasional adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai NKRI.

“Penting memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini, karena kita akan akan paham dengan sejarah dengan memahami sejarah. Hal ini akan menanamkan etos perjuangan bagi generasi berikutnya. Yaitu perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. Inilah cita-cita bersama yang mesti diwujudkan” demikian sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dibacakan oleh Kepala Balai Besar POM di Samarinda Dra Wirda Zein, Apt yang bertindak selaku Inspektur Upacara.

Melalui peringatan Harkitnas ini, kita kenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, untuk diambil sebagai teladan bagi generasi muda. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini.
Nilai–nilai Harkitnas tersebut masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan, para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebuah gagasan agung yang begitu brilian.

Banyak para pejuang bangsa hari ini, yang Insya Allah tetap setia berkarya dibarisan para pembangun negeri ini. Lihatlah para anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di daerah perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Para guru, bidan maupun dokter yang berbakti sampai ke daerah-daerah terpencil. Para PNS yang bekerja disemua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Para pekerja swasta, para relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa ini dalam kebersamaan dan persatuan.
Menteri Komunikasi dan Informatika menutup sambutannya dengan sebuah pantun :

Lari tertatih pasangan angsa
Ditepi sawah berliku-liku
Mari raih kejayaan Bangsa
Bekerjasama bahu membahu

Balai Besar POM di Samarinda


Sarana